Goresan luka batin yang membekas. Sampai saat ini masih kerasakan sakitnya.
Setiap teringat kenangan pahit itu. Air mata tak dapat ku tahan, jatuh dan membasahi hati yang terkoyak karena luka, perih ku rasa.
Kadang ku berpikir, mengapa kebahagiaan hanya datang sesaat dalam hidupku. Aku selalu merasa kesepian walau berada ditengah keramaian.
Kehidupanku hampa, kosong, suram, membosankan.
Kadang terlintas dalam benakku untuk melakukan kembali hal yang membuatku sakit. Melukai diri sendiri.
Membuat luka luar. Menggoreskan benda-benda tajam di lenganku agar sakit di hatiku beralih ke luka yang ku buat, dan akan menghilang, jatuh bersama tetesan-tetesan darah yang mengalir keluar dari tubuhku.
Hal seperti itu dapat membuatku melupakan sejenak luka batin dan siksaan sakitnya.
Terkadang, dalam kesendirian, aku menangis dalam diam. Tapi saat air mata mulai menderas, ku hentikan paksa tangisan itu. Biar luka dan semua siksaan ini aku pendam. Ku tumpuk menjadi satu. Aku tidak ingin mereka yang menyakitiku tau kalau aku lemah dan rapuh. Aku ingin tetap berdiri tegak dan terus tersenyum di hadapan mereka yang menyakitiku. Aku ingin terlihat kuat di mata mereka, walau untuk menahan kesakitan ini bukan hal yang mudah untukku.
wah.. ze jangan main gores2an yaaaa.. bahayaa loooo.. enggak boleh.. okaaaay
BalasHapusiya tuh bujur ujahh om shuwat. jgn banyak makan gorengan kena belamak zizah aii...
Hapuswaaaaaa.. hahahha..
Hapusgoresan aditttt.. goresaaaaaaaaaaaan
ini pasti akibat laparr.. #hahaha
iya om.. :)
Hapusadit , meulah ku lapar.!!
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus