Samber Gelap
Kabupaten Kotabaru
Kecamatan Pulau Sembilan
Kalimantan Selatan
hey! Apa benar Pulau Samber Gelap dijual!???? baca disini
Untungnya sudah pernah berkunjung ke sini :')
Sebenarnya aku ke sini sudah sangat lama. Di
penghujung tahun 2013 di bulan November akhir.
Waktu itu perjuangan buat bisa ikut ngetrip ke
sini luar biasa.
Aku masih kerja sebagai penata administrasi di salah
satu perusahaan farmasi swasta. Karena aku temasuk karyawan baru, masih nggak
bisa buat minta cuti. Dengan sangat terpaksa, aku rela melepas kerjaan di situ
demi sebuah perjalanan trip ke Samber Gelap. Hoho.. bodoh memang, tapi sudahlah kesempatan untuk bisa trip ke sini jarang datang, jadi lupakan itu!
Aku lupa tanggal berapa tepatnya kami berangkat ke
Samber Gelap, yang pasti itu di bulan November akhir.
Pukul 21.00, Jumat malam, kami serombongan memulai
perjalanan dari kota Banjarmasin dengan mencarter sebuah mini bus sepaket sama
pak supirnya.
Nggak ada kejadian seru selama di perjalanan.
Biasa aja. Biasa banget malah.
Temen-temen yang lain tidur sedangkan aku
insomnia, sendirian.
Malam itu, sekitar pukul tiga, kami
sampai di penyebangan, Batu Licin. Dan sekitaran pukul 03.50, kami sudah
sampai di Kotabaru.
*momen ini sempat aku foto tapi file fotonya
hilang entah dimana*
Perjalanan habis turun dari penyebrangan feri
menuju ke Kotabaru asik banget.
Pak supir tancap gas, ngebut. Yang bikin seru
adalah, mini bus itu laju minta ampun dan jalan yang di lewati itu
berkelak-kelok naik-turun pula. Kami terombang-ambing kanan-kiri, dan tiap kali
mini bus ngelewatin jalan yang agak menurun, rasanya kayak lending. Asli. Seru
banget. Anak-anak pada tegang, mengkhawatirkan keselamatan mini bus dan
keselamatan diri mereka masing-masiing sedangkan aku, asik menikmati goncangan
perjalanan yang –sumpah- seru banget! Dan jujur aja, nggak ada takut-takutnya
sama sekali. Bukannya sok ya, tapi memang aku suka rasa-rasa “melayang” dalam
perjalanan malam itu. Bahkan kadang, kalau bawa motor sendirian dan ngelewatin
jembatan, aku sengaja mempercepat laju motor biar bisa dapat sensasi “melayang”
waktu turun jembatan, ahah, agak sakit memang. *lupakan*
Adrenalin kami dilatih duluan sebelum bertempur di laut buat nyebrang.
Sampai Kotabaru, kami sarapan sebentar dan setelah
itu, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Samber Gelap dengan menggunakan
kapal nelayan. Seharusnya kami nyebrang ke pulau itu pakai speed, tapi saat di
perjalanan rencana di ubah dan certeran speed dari kotabaru sengaja di
batalkan. Kami memilih untuk menyabrang dengan kapal nelayan aja karena
tarifnya jauh lebih murah dan pertimbangan lain, waktu itu kami dapat kabar
kalau ombak dilaut lagi tinggi-tingginya, naik speed dengan kecepatan segitu
takut kapalnya tergulung ombak. Jadi kami cari aman sama cari murah aja. Deal,
naik kapal nelayan.
Tapi ya, ada untung ada rugi juga. Lama perjalanan
nyebrang dengan menggunakan kapal nelayan sekitar 5 jam, kalau nyebrang pakai
speed hanya 2 jam. Tapi, biaya satu kapal nelayan pp, murah banget, sekitar
300ribuan dan itu bisa ngankut sekitar 20 orangan, mungkin lebih. Sedangkan
speed, harga sewanya pp 2juta itu cuman muat 5-10 org kalau nggak salah.
Pukul 07.14 a.m kami memulai perjalanan laut, nyebrang laut menuju pulau nan cantik itu.
Mulai memasuki tengah laut, ombak sudah lumayan mengguncang kapal kami. Tapi semakin ke tengah semakin indah warna airnya. Menghijau dan jernih. View laut, gunung,dan satu lagi, mendung.
Hari itu, cuaca di tengah laut lagi buruk. Hujan
lebat sama angin kencang. Ombak tinggi banget. Baju basah, celana apalagi.
Barang-barang bawaan juga pada basah semua. Sangat bersyukur, hari itu tasku
tenggelam dalam tumpukan tas-tas temen yang lain, baju-bajuku aman :D
Aku waktu itu duduk di depan kapal, tanpa atap.
Menikmati pemandangan horor laut yang lagi diguyur hujan lebat dan menyaksikan
gulungan tinggi ombak yang menghantam kapal, seru tapi horor juga. Sempat ada
perasaan buruk kalau kapal itu bakal terbalik dan tenggelam, aku nggak bisa
berenang.
Tapi alhamdulillah, setelah 5 jam perjalanan dan
di sambut hujan di tengah laut samar-samar sebuah pulau cantik mulai terlihat.
Karang-karang dan rumput laut di dasar laut mulai jelas terlihat. Ikan-ikan
juga kelihatan sedang berenang-renang.
Dari jauh sudah kelihatan, betapa indah gradasi
warna tosca di bibir pantai.
Kapal kami nggak bisa merapat ke bibir pantai
karena takut merusak terumbu karang. Kami terpaksa berang dan barang-barang
bawaan diangkut menggunakan sampan. Kami juga di ingatkan untuk berenang tanpa
menginjak dasar laut.
Aku dengan semangat mengeluarkan kacamata renang
dan tanpa pikir panjang langsung nyebur. Cantik luar biasa flora fauna bawah
laut disana. Untung cuaca di pulau itu bagus, untung tuh hujan kagak sampai
sini.
Selama di pulau, kami tidur dengan menggunakan
tenda. Tidur di alam terbuka. Di sana ada villa pribadi punya salah satu pengusaha tersohor di daerah sini dan nggak di sewakan untuk umum.
Selesai memasang tenda, kami masak, makan dan aku,
ya aku, menyibukan diri di tepi pantai, nggak peduli seterik apa matahari hari
itu. Aku harus menikmati kecantikan pulau ini sebisa mungkin. Karena waktu kami
disini singkat banget. Besok siang, kami sudah harus balik lagi ke Banjarmasin.
Hari itu, aku menghabiskan waktu dengan bermanja-manjaan di pesisir pantai. Luar biasa indah pulau itu.
Ada satu hal yang paling aku rindukan dari pulau itu, pemandangan malamnya.
Langitnya benar-benar indah. Benar-benar bebas polusi cahaya. Malam itu, aku habiskan sepanjang waktu memandangi langit sampai subuh. Jarangkan orang yang tinggal di kota mendapati pemandangan langit seindah itu. Memang aku pernah beberapa kali ikut kemping di gunung-gunung lokal Banjarmasin, tapi tetap saja pemandangan malamnya tidak seindah ini, karena gunung-gunung disini deket dengan kota besar.
Oh iya, seingatku di Samber Gelap ini ada tiga
pulau, dua pulau berpenghuni dan satu pulau kosong.
Waktu itu, aku tidak sempat mengunjungi pulau
Samber Gelap yang ada menaranya, aku terlalu takut untuk nyeberang. Laut
masalahnya :D
Jadi, Cuma menikmati pemandangan indah dari pulau
Samber Gelap yang katanya punya si pengusaha tersohor itu aja.
Di sini ada dua rumah penjaga pulau, yang satu
rumah penjaga pulau yang khusus ngurus villa pribadi punya sang pengusaha dan satunya lagi penjaga pulau yang
sekalian juga menangkar penyu. Penyu biasanya bertelur di pulau ini kata si
bapak penjaga. Tapi sayang, nggak berkesempatan liat penyu-penyunya bertelur.
Cuman satu malam di sana. Tapi pengalaman dan kepuasan yang di dapat luar biasa. Menjejaki pulau cantik itu sebelum pulaunya di jual itu sesuatu :)
Ada beberapa foto yang masih tersimpan di saya hasil jepretan dari camera handphne pribadi, jadi post foto kenang-kenangan waktu di sana seadaanya aja :') itupun dengan objek manusia -aku- di setiap fotonya. Foto pemandangannya ada di leptop rusaknya temenku dan sayangnya aku belum sempat di copy :(
well, terimakasih sudah berkunjung ke sini dan membaca curhatan saya yang kadang-kadang gaje :) Azizah Naution :)
![]() |
| Bareng abang-abang penjaga pulau |
![]() |
| wefieeeee |
![]() |
| haha, diatas perahu waktu nyeberang perjalanan balik ke bjm |
![]() |
| sampan orang kemasukan air -_- |
well, terimakasih sudah berkunjung ke sini dan membaca curhatan saya yang kadang-kadang gaje :) Azizah Naution :)










0 komentar:
Posting Komentar