Kamu.
Satu-satunya orang yang aku percaya.
Mati-matian ku percayai kamu nggak bakalan nyakitin aku.
Ah... Bodohnya aku sudah ngasih kesempatan untuk bisa percaya lagi karena memang awalnya kamu meyakinkan banget untuk bisa dipercaya.
Tapi atas kejadian itu, aku sungguh berterima kasih kepada waktu.
Akhirnya dia menunjukkan bahwa tidak ada lagi orang dalam hidupku yang bisa dipercaya. Bahkan diriku sendiri.
Bangsat cinta! Bangsat sayang! Bangsat!!!
Cih, itu terakhir kalinya aku melibatkan hati pada seseorang.
Aku jera.
Satu-satunya orang yang aku percaya.
Mati-matian ku percayai kamu nggak bakalan nyakitin aku.
Ah... Bodohnya aku sudah ngasih kesempatan untuk bisa percaya lagi karena memang awalnya kamu meyakinkan banget untuk bisa dipercaya.
Tapi atas kejadian itu, aku sungguh berterima kasih kepada waktu.
Akhirnya dia menunjukkan bahwa tidak ada lagi orang dalam hidupku yang bisa dipercaya. Bahkan diriku sendiri.
Bangsat cinta! Bangsat sayang! Bangsat!!!
Cih, itu terakhir kalinya aku melibatkan hati pada seseorang.
Aku jera.
0 komentar:
Posting Komentar