"ngapain kamu bikin snapgram kayak gitu?"
"ya, karna aku pengen aja"
"yakin? bukan karena kamu ngeliat snapgramnya kemarin kan? yang sama perempuan barunya itu?"
"iya. aku cuma lagi pengen buat snapgram"
"kenapa kamu buat snapgramnya seolah-olah kamu sudah punya pasangan?"
"um..... supaya dia liat"
"padahal kan kenyatannya gak begitu"
"......"
"berarti kamu belum benar-benar ikhlas nerima apa yang sudah terjadi antara kamu sama dia. Berarti kamu masih berharap"
"aku sudah gak berharap lagi sama dia"
"ohya? dengan pengen dia lihat snapgram kamu itu aja kamu sudah menunjukkan kalau kamu masih berharap"
"berharap dia lihat bukan berarti berharap dia kembali"
"semua yang berpatokan dikata 'berharap' tidak mempunyai beda apapun, terserah alasannya untuk apa, tetap sebutannya berharap"
"......"
Ya, aku sudah berusaha keras mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku sudah berhasil 'menerima'
nyatanya tidak. masih ada orang yang bisa melihat pola tingkah penolakanku tentang cerita pahit itu.
haha, lucu sekali, aku rupanya harus belajar lebih banyak lagi tentang bagaimana caranya IKHLAS.
0 komentar:
Posting Komentar