Haruskah sekarang aku menyerah mengurusi diri?
Aku terkapar di pojok jalan, mendekap diri sendiri, memeluk erat sesuatu yang paling sering kulukai.
Berkilo-kilo meter aku berjalan membuang satu per satu marah itu di tiap per satu langkah.
Berbutir-butir tetes yang jatuh mengalirkan pecahan ketakugan agar menjadi utuh.
Aku terkapar di pojok jalan, mendekap diri sendiri, memeluk erat sesuatu yang paling sering kulukai.
Aku bimbang menetapkan untuk tetap berjalan atau berhenti di sini.
Berhenti disatu kekacauan kecil yang aku besarkan lalu aku bumbui.
Kubumbui dengan gores benda dimana-mana, lalu pelan-pelan kubelai jantungku sebelum semua darah terendus oleh yang menyebabkan resah.
Banjarmasin, 2 Mei 2018 04:53
0 komentar:
Posting Komentar