Dari awal, dari dulu. Semenjak aku
diperkenalkan dengan luka oleh orang yang terjalin denganku dalam lebel aneh
yang dibuat-buat manusia untuk menghalalkan dosa, aku sebenarnya tidak berniat
lagi untuk terlibat dihubungan aneh yang mereka sebut pacaran. Aku padahal
benci teori itu. Ada yang bilang kekangan itu
bentuk penjagaan. Tapi dalam banyak kasus, orang-orang kurang paham mana penjagaan dan mana kekangan. Sebenarnya, seseorang itu sebelum diikat dengan akad memiliki kebebeasan penuh untuk bergaul, main dan memilih. Yang membatasi kebebasan, keleluasaan seseorang untuk ‘mencari’ yang terbaik dan tepat untuk dirinya sendiri adalah status aneh tadi; pacaran.
bentuk penjagaan. Tapi dalam banyak kasus, orang-orang kurang paham mana penjagaan dan mana kekangan. Sebenarnya, seseorang itu sebelum diikat dengan akad memiliki kebebeasan penuh untuk bergaul, main dan memilih. Yang membatasi kebebasan, keleluasaan seseorang untuk ‘mencari’ yang terbaik dan tepat untuk dirinya sendiri adalah status aneh tadi; pacaran.
Mungkin karena itu juga kenapa
akhir-akhir ini banyak perpisahan setelah pengsakralan. Mereka terlanjur
terjebak distatus belum resmi yang sudah dijalin lama. Terpaksa mempertahankan
status itu karena alasan retro, “gak nyaman mutusin”, “sayang umur hubungannya
udah lama”. “hubungan kami udah terlalu jauh” bla bla bla. Padahal bisa jadi
orang itu tidak cocok untuknya, tapi karena status sudah lama, mereka
memaksakan diri untuk mencocokkan yang ganjil. Seandainya tidak ada penghalang
status, mungkin akan lebih banyak orang yang bahagia dengan pilihannya yang
cocok sekarang. Seandainya tidak ada penghalang status, mungkin kebahagiaan
yang banyak orang rasakan sekarang genap.
Bandung, 18 Januari 2018 21:38
0 komentar:
Posting Komentar