Aku berdiri dihadapan mereka dengan kekerasanku, seolah kuat padahal itu hanya kelemahan yang kupaksakan.
Membesarkan dan mendidik diri sendiri, menampakannya kepada mereka seolah aku benar, tanpa pernah mereka tahu aku berusaha meyakinkan diri lagi di atas keragu-raguan.
Menampakkan ceriaku. Tawa, satu-satunya penutup kalau aku sebenarnya menyumpah. Menyumpahi jalan cerita.
Saat aku benar-benar merasa sedih, sebuah senyum manis adalah cara terbaik menutupi.
Berteriak lantang "semangat!" yang artiannya berbeda.
Menutupi kegelisahan dengan berpura-pura selalu tenang dalam setiap suasana.
Mencari-cari sandaran, tapi ujungnya selalu saja, aku harus mendekap diri sendiri dalam tangisan.
Sekarang, berubahlah.
Bukan!!
Bantu aku merubah.
Dengan dia yang datang menatap mataku dan tahu, aku sebenarnya tidak hidup.
Mengenal tangisanku saat aku menutupinya dengan gelak tawa.
Mendengar teriakanku saat aku hanya diam membisu.
Meraih tanganku dan membantuku berdiri, mengajakku berjalan lagi.
yang berhasil mengubah keragu-raguan menjadi keyakinan.
Merangkulku, menghapus air mataku, menyandarkan kepalaku ke pundaknya,
Memelukku dan mengatakan "sekarang kamu tidak lagi sendiri"
Membesarkan dan mendidik diri sendiri, menampakannya kepada mereka seolah aku benar, tanpa pernah mereka tahu aku berusaha meyakinkan diri lagi di atas keragu-raguan.
Menampakkan ceriaku. Tawa, satu-satunya penutup kalau aku sebenarnya menyumpah. Menyumpahi jalan cerita.
Saat aku benar-benar merasa sedih, sebuah senyum manis adalah cara terbaik menutupi.
Berteriak lantang "semangat!" yang artiannya berbeda.
Menutupi kegelisahan dengan berpura-pura selalu tenang dalam setiap suasana.
Mencari-cari sandaran, tapi ujungnya selalu saja, aku harus mendekap diri sendiri dalam tangisan.
Sekarang, berubahlah.
Bukan!!
Bantu aku merubah.
Dengan dia yang datang menatap mataku dan tahu, aku sebenarnya tidak hidup.
Mengenal tangisanku saat aku menutupinya dengan gelak tawa.
Mendengar teriakanku saat aku hanya diam membisu.
Meraih tanganku dan membantuku berdiri, mengajakku berjalan lagi.
yang berhasil mengubah keragu-raguan menjadi keyakinan.
Merangkulku, menghapus air mataku, menyandarkan kepalaku ke pundaknya,
Memelukku dan mengatakan "sekarang kamu tidak lagi sendiri"
0 komentar:
Posting Komentar