Jadi beginikah kita seharusnya berakhir?
Mengingat-ingat semua yang pernah kita lewati bersama. Bukan maksudnya aku berlarut dalam sedih, hanya saja semua kenangan itu selalu muncul tanpa diundang. Bukannya juga aku tidak ingin mengingat, hanya saja setiap apa pun yang di dalamnya terlibat kamu, perasaan di dalam dada seolah bergerak dan sakit. Tentu saja sakit. Kau begitu dalam masuk lalu pergi begitu saja, meninggalkan kenangan kebersamaan dan beberapa kata penutup yang aku tidak pernah duga itu keluar dari mulutmu.
Menangis? Tidak, air mataku beku, semuanya beku semenjak kamu pergi aku membekukan semua hal tentang kamu termasuk semua lukanya, karena hanya itu satu-satunya yang tertinggal darimu yang masih ingin selalu kupeluk.
Mengingat-ingat semua yang pernah kita lewati bersama. Bukan maksudnya aku berlarut dalam sedih, hanya saja semua kenangan itu selalu muncul tanpa diundang. Bukannya juga aku tidak ingin mengingat, hanya saja setiap apa pun yang di dalamnya terlibat kamu, perasaan di dalam dada seolah bergerak dan sakit. Tentu saja sakit. Kau begitu dalam masuk lalu pergi begitu saja, meninggalkan kenangan kebersamaan dan beberapa kata penutup yang aku tidak pernah duga itu keluar dari mulutmu.
Menangis? Tidak, air mataku beku, semuanya beku semenjak kamu pergi aku membekukan semua hal tentang kamu termasuk semua lukanya, karena hanya itu satu-satunya yang tertinggal darimu yang masih ingin selalu kupeluk.
0 komentar:
Posting Komentar