Gumpalan
awan hitam itu menutupi matahariku
Tebal
mengabu-abu angkuh di atas sana
Awan itu
menyimpan begitu banyak derita dan suatu saat pasti akan tumpah
Membasahi
setiap celah bumi dan bahkan yang terburuk, ia bisa membanjiri dan menenggelamkan
Ngeri…
Hanya
segumpalan awan abu-abu saja bisa mematikan
Tak ada
cahaya matahari ketika hujan
Jadi bagaimana
caranya air dapat menguap?
Air itu
menggenang dan menumpuk. Masuk dan memenuhi rongga dada.
Tercekat
Kehabisan udara
Paru-paru tidak difungsikan untuk menghirup air
Jadi bagaimana caranya hidup jika seisi bumi sudah tertutup dengan air hujan akibat abu-abu itu.
Lalu kemana mataharinya?
Bukankah hujan sudah reda?
Siapa yang bertanggung jawab menguapkan air ?
Ketika awan itu berangur-angsur pudar
Ketika bulir-bulir air itu sudah habis tertumpah
Barulah sinar matahari dapat masuk
Sungguh terlambat
Terlanjur ada korban
Sama dengan keterlambatan matahari yang muncul
Air-air itu pun mengup dengan pelan
Seolah tidak ada yang begerak, padahal secara ajaib panas matahari itu mengangkat kembali air-air itu ke langit dan membentuk sebuah gumpalan abu-abu baru.
Kali ini lebih gelap dan lebih mematikan.
Dari situ, dapat sebuah kesimpulan
Bahwa, untuk apa lelah mengumpulkan udara untuk hidup jika suatu saat nanti hujan akan kembali datang dan meneggelamkan.
Semacam buat apa mandi kalau kita tau akan kotor lagi.
BalasHapusiya, kira-kira begitu...
BalasHapussebenarnya tidak ada perbuatan yang sia2 kalo bisa menempatkanx di tempat dan situasi yang tepat.
BalasHapusHm.. Bener juga tuh bang. :D
BalasHapus