Yah, sampai saat ini tawa selalu pecah jika kawanan yang idiot itu berkumpul
Personil malam itu masih tetap, Aku, El, Mita dan Ucup.
Di Gardu Gardan, tempat bising yang menjadi saksi bisu
permainan putar pertanyaan kami.
Haha sedikit banyaknya permainan itu mampu memberikan
manfaat.
Contohnya saja waktu awal-awal permainan itu kami
mainkan, entah di malam apa, lupa di hari apa dan jam berapa, kami lupa waktu
dan tenggelam dalam permainan yang kebanyakannya di jadikan senjata untuk
mengorek-ngorek aib.
Permainannya mudah, cukup sediakan sebuah benda yang bisa
berputar sempurna. Aturan mainnya juga mudah, hanya perlu menjawab dan
menanyakan tentang segala hal dan setiap pertanyaan harus di jawab sejujur
mungkin. Kalau ada yang ngga jujur silahkan bikin sanksi yang mengerikan sesuai
kesepakatan pemain. Tapi juga harus disepakati, setiap pertanyaan apa pun tidak
akan pernah dibahas setelah permainan selesai. Cara mainnya sudah jelas sangat
mudah. Putar benda dan tunggu sampai benda itu berhenti berputar, ujung benda
itu jadi penunjuk yang akan menentukan pemain
yang bakalan di tanya dan masing-masing pemain yang lain wajib
menanyakan satu pertanyaan.
Baiknya, permainan ini dimainkan bersama teman yang
memang sudah kalian kenal dekat.
Permainan itu menjebak!
Hampir semua aibku terbuka disana, setan memang
kalian-kalian kawan. Tapi itu lah yang seru dari permainan ini dan tidak pernah
sedikit pun aku berniat menutup-nutupi karena memang mereka semua adalah teman
yang terpercaya. Sudah teruji keaslian dan kualitasnya. Yap. Anggap saja mereka
barang. Tapi barang yang tidak akan pernah mampu di hargai dengan rupiah-rupiah
itu.
(mereka mainnya dolar guys)
Dan sedikit berterima kasih juga pada permainan ini,
karena dari situ ada sedikit pendorong, motivator untuk membuat aku maju satu
langkah dari masa lalu.
Aku mengakui, sangat sulit untuk bisa benar-benar pergi
dari masa itu, tapi satu yang menguatkanku, kenyataan.
Kenyataan itu memperlihatkan dengan jelas bahwa mungkin
selama ini aku terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Aku terlalu berlebihan
memberikan semua kepercayaan kepada orang yang salah. Awalnya aku kira
kepercayaan yang aku beri itu akan dijaga dengan baik tapi ternyata, dengan
sangat pelan dia mengikis kepercayaan itu sampai tipis.
Sisanya sekarang, hanya ada sedikit kepercayaan untuk
seseorang yang membantuku berdiri.
Sungguh tidak adil, sedangkan dari dia jelas kulihat
penuh sesak kepercayaan yang dia beri untukku.
Aku tahu rasa sakitnya di kikis kepercayaan, jadi dari
sana aku belajar.
Untuk kau yang mempercayaiku padahal kau tahu aku sudah
menjelma menjadi seseorang yang dipenuhi rasa pesimis. Aku kau pilih untuk
menerima semua kepercayaan dan segala emosi yang kau nyatakan padaku, entah
dalam permainan atau diluar itu. Jika memang itu ketulusan, Kau pasti akan
menerima balasan yang sama seperti apa yang kau berikan kapadaku.
Tapi bolehkah bertanya?
Kenapa aku?
Bukan kah kau tahu sendiri lukaku masih basah, kenapa kau
mau membantu mengobati luka yang bukan kau pembuatnya?
Is it true love? How deep is your love?
Ini bukan dalam permainan itu kawan, jadi bukan keharusan
kau untuk menjawab.
18160500
18160500
0 komentar:
Posting Komentar