Dia datang. Bukan! Bukan datang dalam bantuk menghampiriku dengan memeluk.
Dia datang dengan cara khasnya, cara pengecutnya.
Hanya berani menyapa lewat telepon dan bicara mengulang-ulang tentang masa lalu.
Perasaanku sekarang mengambang lagi.
Di tempat tak pasti antara bahagia atau sakit hati
17 Oktober 2016 19:48
Dia datang dengan cara khasnya, cara pengecutnya.
Hanya berani menyapa lewat telepon dan bicara mengulang-ulang tentang masa lalu.
Perasaanku sekarang mengambang lagi.
Di tempat tak pasti antara bahagia atau sakit hati
17 Oktober 2016 19:48
Ternyata sama..
BalasHapusSampai sekarang perasaanku juga terombang ambing tak tentu arah,,
Apalagi ketika melihat medsos miliknya "R J" update terbaru, seolah olah setiap moment hanya milik kalian berdua...
4 You
BalasHapusBahagia itu hanya sebuah kata, hanya permainan perasaan yang akan menghasilkan kata "sakit hati"..
Bahagia bukanlah sebuah perlakuan, bahagia adalah sebuah mimpi..
Jadi, apa harus terpaku dengan kata "bahagia" dengan tidak melakukan apa2??
Bahagia itu bukan mereka atau dia, tapi kita (diri sendiri) yang ciptakan..
BalasHapusBagi sebagian orang mungkin bahagia akan butuh banyak pengorbanan, tapi apa yang akan kita korbankan untuk kebahagiaan kita sendiri??
Orang lain hanya bisa melihat dan berkata bahagia, tapi diri kita lah yang merasakan..
So, lakukan apa yang bisa membuatmu bahagia, dan tunggulah orang akan berkata apa..
Dan yang aku lakukan hanyalah ingin membuatmu "bahagia", dan hanya kamu, hanya kebahagiaanmu, bukan mereka atau aku..
Karena kebahagiaanmu mungkin akan menjadi kebahagiaan mereka atau bahkan aku...