Sudahlah nona... jangan berpikiran yang tidak-tidak.
Bukankah aku sudah pernah mengatakan ini kepadamu, kita
tidak seharusnya mencemaskan hal-hal yang belum jelas. Jangan cemas dengan
sesuatu yang besiknya masih dugaanmu sendiri.
Biar aku ingatkan kau sekali lagi nona; saat ini, kita
sedang berada di dunia lain. Dunia yang aku benci dan yang begitu kau sukai.
Sampai sejauh ini aku menemanimu di dalam ‘sana’, aku tidak pernah mengeluhkan
tentang rutinitasmu yang selalu menyibukkan diri mencari data dan bukti untuk
bisa menjudge seseorang bersalah.
Kau tidak seharusnya memelihara sifat semacam itu non,
aku sudah cukup lama membiarkanmu terlarut dengan karakter anehmu yang
terbentuk entah dari mana. Tapi untuk kali ini, kurasa sudah waktunya aku
bergerak.
Kau harus segera di sadarkan dan diarahkan. Memberikanmu ruang untuk terus menerapkan karakter itu kupikir akan memberikan dampak yang akan lebih merugikan lagi untuk dirimu sendiri.
Dan jika kau sudah merasa sedih. Merasa frustasi dan
moodmu mengambang entah kemana, tidak ada yang lebih merasa tersiksa selain
aku. Aku yang setiap saat selalu ada bersamamu. Aku yang ikut merasakan semua
bentuk emosi yang ada dalam hatimu. Aku yang sebenarnya tahu persis seperti apa
perasaanmu melebihi dirimu sendiri.
Dan terhitung sejak saat ini, aku mulai bergerak. Sudah
waktunya aku menyelamatkan hidupmu yang menyedihkan ini.
Sedikit nasihat tua untuk nona keras kepala yang sedang
aku bimbing; “Kau harus kuat, agar aku juga kuat”.
Ikuti apapun arahanku dan jangan pernah membantah.
Imbalannya, kau pasti tidak akan pernah merasa sedih lagi. Aku berjanji.
Sudah, itu saja.
28 Mei 2017
01:04
0 komentar:
Posting Komentar