Ah, tengah malam. Kenapa waktu seperti ini mesra sekali dengan sebuah emosi berlebel rindu?
Jauh ratusan kilometer di sana, ada napas seseorang yang sedang aku jaga betul separuh hatinya yang ikut bersamaku ke sini.
Selamat bermimpi lelakiku yang raganya tertidur di Ibu Kota kelahiranku.
Semoga malam ini rinduku sampai padamu, biar menjadi pengganti kecupan selamat malam. Semoga langit malam ini mengantarkan doaku kepada Tuhan, sebagai ganti pelukanku ketika udara mulai membuatmu membeku.
Selamat tidur lelakiku.
Eh! Ya, tidur. Waktunya aku tidur.
Aku hanya akan tidur, tidak bermimpi. Tidak pernah lagi semenjak bersamamu. Karena semua mimpiku mendadak hidup dan menjelma menjadi satu kata; Kamu.
Palangkaraya
14 Juli 2017 00:55
Jauh ratusan kilometer di sana, ada napas seseorang yang sedang aku jaga betul separuh hatinya yang ikut bersamaku ke sini.
Selamat bermimpi lelakiku yang raganya tertidur di Ibu Kota kelahiranku.
Semoga malam ini rinduku sampai padamu, biar menjadi pengganti kecupan selamat malam. Semoga langit malam ini mengantarkan doaku kepada Tuhan, sebagai ganti pelukanku ketika udara mulai membuatmu membeku.
Selamat tidur lelakiku.
Eh! Ya, tidur. Waktunya aku tidur.
Aku hanya akan tidur, tidak bermimpi. Tidak pernah lagi semenjak bersamamu. Karena semua mimpiku mendadak hidup dan menjelma menjadi satu kata; Kamu.
Palangkaraya
14 Juli 2017 00:55
0 komentar:
Posting Komentar