Disatu tempat di sudut barat kota Bandung, di bawah rintik gerimis malam tadi, mereka melempariku dengan pertanyaan super berat.
“Za,
sebenarnya niatmu ke Bandung buat apa?”
Untuk menjawab
pertanyaan itu, aku memerlukan waktu lima belas detik untuk berpikir.
“Aku
kesini belajar, tapi untuk niat... aku sendiri masih bingung atau mungkin lupa”
Hanya kalimat itu
yang mampu kuucap. Jelas mereka tidak puas dengan jawaban macam itu. Lalu
mereka melontarkan pertanyaan lain,
“Ze,
apa tujuan hidupmu?”
Deg... Deg... Deg...
Untuk pertanyaan
itu, mereka tidak mendapat jawabanku sama sekali. Aku sudah lupa kapan terakhir
aku punya tujuan hidup. Rasanya sudah bertahun-tahun aku berdetak tanpa tujuan
sama sekali.
Iya, seingatku,
semenjak ‘kekacauan’ lima tahun yang lalu aku sudah tidak punya tujuan. selama
ini aku hanya bergerak tanpa tahu arah. Aku sudah melupakan tujuanku. Tidak,
aku bahkan tidak punya tujuan. Bahkan sebenarnya aku pun takut berharap akan
punya tujuan lagi. Dengan aku yang begini banyak sekali hati yang akan
merasakan pedih dan kecewa.
Aku terlalu payah
untuk bisa menahan egoisku. Sudah terlalu banyak pelanggaran yang kubuat. Malah
aku ragu bisa menanggung hukuman atas perilaku yang melenceng ini.
Bandung,
1 Desember 2017 4:05
0 komentar:
Posting Komentar