Alhamdulillah, bersyukur jelas harus. Allah SWT yang Maha Baik sudah ngasih waktu untuk aku bisa ketemu lagi sama Ramadhan dan merayakan hari Raya dengan ibadah puasa nyaris sempurna. Walau suasana lebaran tahun ini benar-benar baru. Untuk pertama kalinya aku dan keluarga lebaran
di kota baru tempat kami semua pindah 4 bulan yang lalu. Jaraknya dekat, hanya belasan kilometer tapi tetap suasananya agak berbeda. Kami shalat di lapangan terbuka yang jama'ahnya jauh lebih banyak dari tempat yang biasanya kami shalat tiap Idul Fitri (walau lagi-lagi, tahun ini aku tidak bisa ikut shalat karena you know lah, perempuan) jadi kerasa kalau hari ini tuh lagi di rayakan sama semua orang-orang Islam.
Tapi gak semua cerita lebaran baik terus ya, ada lah bumbu-bumbu pahit pedasnya dalam cerita. Contoh; oke, ini semua keluarga pada ngumpul, makan-makan, foto-foto, upload, tapi masih kurang anggotanya karena kakak masih tinggal di rumah yang lama dan lagi sakit, dan mama (kandung) di Gorontalo sana. Trus ini lagi, pertanyaan dari para orang tua yang pedes nih, "Mana Zah calonmu?". Oke, pertanyaan pertama senyumin aja. Trus di tanya lagi, "Pacarmu gak datang Zah?" Ah, pertanyaan kedua senyumin juga sambil pelan-pelan menjauh. Lagi! Di tanya lagi, hal yang sama, persis. Udahlah, pertanyaan ketiga gak di jawab, gak di senyumin, langsung pasang posisi kabur ke kamar cari aman.
Susah memang kalau di tanya begitu tuh, mau di jawab jujur susah, gak di jawab di tanya terus.
Maunya sih kalau doi punya waktu luang mampirlah ke rumah karena sudah jarang bgt orang rumah ketemu sama doi apa lagi ini kan suasana lebaran, khas banget kan main ke rumah-rumah orang. Aku tuh di rumah sampai di kira sudah putus. Eh, emang jadian ya!? Wkwk atau paling gak kasih harapan palsu kek ceritanya mau ke rumah walau pun sebenarnya gak. Jadi akunya punya bahan buat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Bisa kan pas di tanya "Calonmu ke sini, Zah?" Aku jawabnya, "Iya, mau ke sini kalau sempat, soalnya katanya masih sama keluarganya". Enak kan gitu?
Tapi ya gitulah, aku mana bisa terapin mauku ke orang, kemampuanku cuma sebatas berharap kalau hari ini ada yang ngechat trus bilang; Aku ke rumah kamu ya,,, tapi apa lah gunanya harapan selain cuma menimbulkan rasa cemas berlebih.
Sebenarnya kepikiran buat main ke rumahnya lebaran ini, tapi ah, tahun kemarin kan udah main ke sana (walau pun bareng sama ayah karena kebetulan ortu doi sama ayah teman sekantor) dan juga lumayan loh jaraknya kalau mau main ke sana, oh, di tambah lagi aku cewek! Kan kalau ikut aturan orang-orang dulu cewek tuh pasif. Jadi ya, itulah. Aku diam doi juga diam. Yaudah. Karena topik ini bikin pedes mata, aku mau cerita hal lain aja. Yang lebih enakan.
Eh, tapi cerita tentang apa ya? Wkwk
Sebenarnya cerita lebaran ya gitu-gitu aja kan? Saling silaturahmi ke rumah-rumah keluarga. Aku juga hari ini cuma pergi dua kali, pertama pergi shalat Eid, kedua pergi ke rumah kaka ipar Ayah. Udah sisanya di rumah, tidur sampai sore.
Malamnya ba'da Isya, nyiapin piring-piring 20 biji yang di isi ketupat, ayam suir, bihun, wortel, pastel, makaroni, telur rebus, pake kaldu ayam, di taburin daun sop sama bawang goreng. Pake pelengkap jeruk purut, sambal dan kecap. Ya, singkatnya soto lah. Nyiapin makan malam buat keluarga besar, trus ngobrol dikit, foto-foto, upload lagi sebelum keluarga terbagi jadi dua kubu. Kubu yang udah senior sama yang semi senior. Kita yang semi senior, ah, sebut aja kita yang masih muda-muda ini ngumpul di pojokan ruangan, bikin lingkaran trus mainin kartu uno.
Udah gitu aja malam ini. Sampai pukul 21:00 serentak para tante-tante, om-om, dan sepupu-sepupu pulang ke rumahnya buat istirahat karena besok, sesuai kebiasaan, kami semua bakalan keliling berkunjung ke rumah-rumah tetua Nasution dan keluarga lainnya.
Alhamdulillah, punya keluarga yang luar biasa carenya. Senang lah pokoknya bisa ngumpul-ngumpul gini. Semoga semuanya terus di kasih Allah kesehatan dan umur yang panjang biar kami semua bisa punya banyak momen dan cerita pas lagi ngumpul.
Segitu aja, thanks tuh buat siapa aja yang nyasar ke blog ini trus rela baca sampai habis. Dan kalau pengen share cerita juga boleh tulisin alamat blognya di komentar, nanti aku main ke sana >,<
.NB: Kabar gembira setelah lebaran; (1) Acara resepsi Abang sepupu dua minggu lagi sejak tanggal terbitnya tulisan ini, (2) Abangku mau nikah dalam waktu dekat ini. Doakan semoga semuanya berjalan lancar dan sesuai.
Banjarbaru, 5 Juni 2019 23:56
di kota baru tempat kami semua pindah 4 bulan yang lalu. Jaraknya dekat, hanya belasan kilometer tapi tetap suasananya agak berbeda. Kami shalat di lapangan terbuka yang jama'ahnya jauh lebih banyak dari tempat yang biasanya kami shalat tiap Idul Fitri (walau lagi-lagi, tahun ini aku tidak bisa ikut shalat karena you know lah, perempuan) jadi kerasa kalau hari ini tuh lagi di rayakan sama semua orang-orang Islam.
Tapi gak semua cerita lebaran baik terus ya, ada lah bumbu-bumbu pahit pedasnya dalam cerita. Contoh; oke, ini semua keluarga pada ngumpul, makan-makan, foto-foto, upload, tapi masih kurang anggotanya karena kakak masih tinggal di rumah yang lama dan lagi sakit, dan mama (kandung) di Gorontalo sana. Trus ini lagi, pertanyaan dari para orang tua yang pedes nih, "Mana Zah calonmu?". Oke, pertanyaan pertama senyumin aja. Trus di tanya lagi, "Pacarmu gak datang Zah?" Ah, pertanyaan kedua senyumin juga sambil pelan-pelan menjauh. Lagi! Di tanya lagi, hal yang sama, persis. Udahlah, pertanyaan ketiga gak di jawab, gak di senyumin, langsung pasang posisi kabur ke kamar cari aman.
Susah memang kalau di tanya begitu tuh, mau di jawab jujur susah, gak di jawab di tanya terus.
Maunya sih kalau doi punya waktu luang mampirlah ke rumah karena sudah jarang bgt orang rumah ketemu sama doi apa lagi ini kan suasana lebaran, khas banget kan main ke rumah-rumah orang. Aku tuh di rumah sampai di kira sudah putus. Eh, emang jadian ya!? Wkwk atau paling gak kasih harapan palsu kek ceritanya mau ke rumah walau pun sebenarnya gak. Jadi akunya punya bahan buat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Bisa kan pas di tanya "Calonmu ke sini, Zah?" Aku jawabnya, "Iya, mau ke sini kalau sempat, soalnya katanya masih sama keluarganya". Enak kan gitu?
Tapi ya gitulah, aku mana bisa terapin mauku ke orang, kemampuanku cuma sebatas berharap kalau hari ini ada yang ngechat trus bilang; Aku ke rumah kamu ya,,, tapi apa lah gunanya harapan selain cuma menimbulkan rasa cemas berlebih.
Sebenarnya kepikiran buat main ke rumahnya lebaran ini, tapi ah, tahun kemarin kan udah main ke sana (walau pun bareng sama ayah karena kebetulan ortu doi sama ayah teman sekantor) dan juga lumayan loh jaraknya kalau mau main ke sana, oh, di tambah lagi aku cewek! Kan kalau ikut aturan orang-orang dulu cewek tuh pasif. Jadi ya, itulah. Aku diam doi juga diam. Yaudah. Karena topik ini bikin pedes mata, aku mau cerita hal lain aja. Yang lebih enakan.
Eh, tapi cerita tentang apa ya? Wkwk
Sebenarnya cerita lebaran ya gitu-gitu aja kan? Saling silaturahmi ke rumah-rumah keluarga. Aku juga hari ini cuma pergi dua kali, pertama pergi shalat Eid, kedua pergi ke rumah kaka ipar Ayah. Udah sisanya di rumah, tidur sampai sore.
Malamnya ba'da Isya, nyiapin piring-piring 20 biji yang di isi ketupat, ayam suir, bihun, wortel, pastel, makaroni, telur rebus, pake kaldu ayam, di taburin daun sop sama bawang goreng. Pake pelengkap jeruk purut, sambal dan kecap. Ya, singkatnya soto lah. Nyiapin makan malam buat keluarga besar, trus ngobrol dikit, foto-foto, upload lagi sebelum keluarga terbagi jadi dua kubu. Kubu yang udah senior sama yang semi senior. Kita yang semi senior, ah, sebut aja kita yang masih muda-muda ini ngumpul di pojokan ruangan, bikin lingkaran trus mainin kartu uno.
Udah gitu aja malam ini. Sampai pukul 21:00 serentak para tante-tante, om-om, dan sepupu-sepupu pulang ke rumahnya buat istirahat karena besok, sesuai kebiasaan, kami semua bakalan keliling berkunjung ke rumah-rumah tetua Nasution dan keluarga lainnya.
Alhamdulillah, punya keluarga yang luar biasa carenya. Senang lah pokoknya bisa ngumpul-ngumpul gini. Semoga semuanya terus di kasih Allah kesehatan dan umur yang panjang biar kami semua bisa punya banyak momen dan cerita pas lagi ngumpul.
Segitu aja, thanks tuh buat siapa aja yang nyasar ke blog ini trus rela baca sampai habis. Dan kalau pengen share cerita juga boleh tulisin alamat blognya di komentar, nanti aku main ke sana >,<
.NB: Kabar gembira setelah lebaran; (1) Acara resepsi Abang sepupu dua minggu lagi sejak tanggal terbitnya tulisan ini, (2) Abangku mau nikah dalam waktu dekat ini. Doakan semoga semuanya berjalan lancar dan sesuai.
Banjarbaru, 5 Juni 2019 23:56
0 komentar:
Posting Komentar