![]() |
| Movie : Anaphilation |
Bisakah kau menjelaskan segala tanda tanya yang muncul tiba-tiba dalam kepalaku.
Semua tanda tanya yang tujuannya ke kamu.
Apa maumu? Apa tujuanmu? Benarkah kau jatuh cinta padaku? Benarkah? Memang jatuh cinta kah? Kenapa aku?
Kita bukan satu-satunya orang yang pernah patah hatinya karena terlalu percaya cinta.
Eh, bukan. Aku salah.
Jangan salahkan cinta sebagai penyebab kenapa sekarang kita terlalu pesimis dan tidak mudah percaya. Cinta –rasa suci itu- tidak pernah salah apa-apa.
Segala kesalahan bermula pada diri masing-masing. Kita terlalu tinggi menempatkan kepercayaan pada seseorang. Kita terlalu tinggi menempatkan harapan kita pada seseorang.
Setuju atau tidak. Kita sekarang tinggal di dunia dimana kepura-puraan berjaya.
Dan salahnya yang bersumber dari kita adalah, kita terlalu mudah memercayai kepura-puraan mereka. Rasa sayang itu benar-benar membutakan. Rasa itu menutup rapat mata kita dari semua kebenaran yang seharusnya kita lihat. Karena patokan kita pada rasa sayang dan harapan yang kita junjung padanya begitu tinggi. Kita sangat mudah di tipu.
Kamu, aku, kita berdua tahu persis seperti apa rasanya di bodohi mati-matian, dikecewakan dalam, dan yang paling parah dari semuanya itu adalah kita sekarang membangun tembok yang kokoh dan tinggi. Kita membiarkan diri kita untuk stag di sakit hati, dendam dan kekecewaan yang dalam karena tipuan mereka.
Akibatnya sekarang, karena mata kita terlalu sering di tutup. Telinga kita sering kali kita tulikan, kita tidak peka atau mungkin tidak ingin peka terhadap rasa tulus yang datang dari seseorang. Mencap semua hal yang berdasarkan perasaan itu hanyalah bullshit murni yang orang beri. Padahal tidak semuanya begitu. Tapi, kekeras kepalaan kita karena sakit hati yang dalam itu membentuk karakter baru kita yang mudah menyimpulkan kalau orang-orang tulus itu hanya pura-pura.
Jadi, siapa yang salah?
Dalam kasus ini, tidak ada yang bisa di salahkan. Yang tersakiti atau pun yang menyakiti tidak punya salah. Mereka yang memberikan kita luka perih tidak bisa kita vonis sepenuhnya salah karena sejak dari awal hubungan bermula, kita yang mengizinkan diri kita untuk memercayainya.
Dan diri kita pun tidak bisa dibilang salah karena memercayai seseorang.
Hidup itu berproses.
Walau semua dari prosesnya menyakitkan, tapi itulah sudah jalannya Tuhan untuk membuat kita tahu bahwa di dunia ini hidup beragam macam bentuk karakter manusia beserta dengan tujuan mereka masing-masing.
Mungkin untuk saat ini kita memang sengaja dipertemukan dengan orang-orang yang bangsat!
Tapi disinilah letak penilaian tertinggi yang ingin Tuhan beri, seberapa besar dan seberapa jauh lebih baiknya diri kita dari siapa pun kalau bentuk kesakit hatian kita itu dijadikan sebuah panduan, pelajaran, pengalaman, dan hikmah yang tidak pernah bisa orang lain kasih.
Kita sendiri yang menyimpulkan kalau rasa sakit itu adalah salah satu jalan yang membantu kita naik satu tingkat dari level orang-orang yang patah hati karena menyumpahi cinta.
Bijaklah.
Kesakit hatian kita itu adalah pembanding yang nyata untuk kebahagiaan kita kelak.
Kita tidak akan pernah tahu arti bahagia yang sesungguhnya kalau rasa sakit itu tidak pernah kita alami.
Berpikirlah, dan pandanglah dari sisi yang mengagumkan. Sisi yang kebanyakan orang bilang mustahil.
Banjarmasin, 24 April 2017 02:18

ini cinta
BalasHapusbisa jadi
Hapushilang tanpa jejak, lenyap tanpa suara
BalasHapusdatang seperti badai, dinikmati bagai empedu.
sudah mirip jelangkung.
tidak diminta datang, diminta ga sesuai hati.
iklas dan bersyukur itu sudah jalan terbaik.
kecewa hanya menghukum diri sendiri atas apa yang Tuhan beri, berterimakasihlah pada Tuhan karna Dia masih sayang dan mau menegur.
oh, dalam sekali, tapi benar juga. thanks, itu kata-kata yang bagus (y)
BalasHapus