Aku mendongkakkan kepalaku ke atas. Mencari-cari mukaMu yang konon katanya ada di mana-mana.
Terguncang sekali aku mendengar pernyataan yang tak diucap itu.
Benar-benar terguncang sekali menyimak obrolan tanpa suara itu.
Kau selalu menjawab setiap pertanyaan. Sungguh, satu pertanyaan, satu jawaban. Jawaban yang sempurna. Tidak kurang, tidak lebih.
Tapi aku tidak tau itu, aku terlampau bodoh untuk mengerti. Yang aku tahu hanya, aku mau menangis. Hatiku sedih. Teramat sedih malah.
Pelan-pelan mataku membasah, memeluk (buku itu) lebih erat.
Terguncang sekali aku mendengar pernyataan yang tak diucap itu.
Benar-benar terguncang sekali menyimak obrolan tanpa suara itu.
Kau selalu menjawab setiap pertanyaan. Sungguh, satu pertanyaan, satu jawaban. Jawaban yang sempurna. Tidak kurang, tidak lebih.
Tapi aku tidak tau itu, aku terlampau bodoh untuk mengerti. Yang aku tahu hanya, aku mau menangis. Hatiku sedih. Teramat sedih malah.
Pelan-pelan mataku membasah, memeluk (buku itu) lebih erat.
0 komentar:
Posting Komentar