Bagaimana sebenarnya pengungkapan yang pantas untuk menggambarkan kerinduan?
Saat kau berada di tengah kesibukan yang sama sekali tidak ingin terganggu. Atau lebih tepatnya aku yang tidak ingin menjadi pengganggu.
Kita sudah terlalu sering berjumpa. Tapi tetap saja, rasa yang menyebalkan itu selalu hadir tak perduli waktu.
Kadang, aku menangisinya saat aku benar-benar dilanda rasa rindu itu. Aku terlalu sakit menahan dan terlalu malu mengungkapkan.
Aku tahu diri, waktumu bukan semuanya punyaku.
Lalu, aku harus bagaimana saat merindumu? Menyimpannya saja kah?
Menenggelamkan diri dalam tangisan.
Menunggu kau yang menyelamatkan.
Sempatkah waktu,
Sedangkan aku sudah mulai kehabisan napas.
Saat kau berada di tengah kesibukan yang sama sekali tidak ingin terganggu. Atau lebih tepatnya aku yang tidak ingin menjadi pengganggu.
Kita sudah terlalu sering berjumpa. Tapi tetap saja, rasa yang menyebalkan itu selalu hadir tak perduli waktu.
Kadang, aku menangisinya saat aku benar-benar dilanda rasa rindu itu. Aku terlalu sakit menahan dan terlalu malu mengungkapkan.
Aku tahu diri, waktumu bukan semuanya punyaku.
Lalu, aku harus bagaimana saat merindumu? Menyimpannya saja kah?
Menenggelamkan diri dalam tangisan.
Menunggu kau yang menyelamatkan.
Sempatkah waktu,
Sedangkan aku sudah mulai kehabisan napas.
0 komentar:
Posting Komentar