Perahuku ku dayung lurus ke depan melewati remahan kenangan yang jatuh menjadi tangis.
Entah arah tujuanku kemana. Nantilah, biarkan pengalaman yang menuntunku kemana aku harus singgah lagi.
Bukan hal yang mudah mengemudikan perahu di antara pecahan puzzle yang pada masa lalu menjadi daratan yang sempat kutinggali.
Entah arah tujuanku kemana. Nantilah, biarkan pengalaman yang menuntunku kemana aku harus singgah lagi.
Berat memang mendayung perahu sendirian, apalagi dalam situasi yang seperti ini.
Tapi itulah hidup, dengan rentetan kisah beragam yang masing-masing memberikan warna dan setiap warna memiliki pelajaran sendiri.
Oh, aku mengerti! Rupanya aku harus banyak belajar lagi.
Bandung, 11 Oktober 2017
0 komentar:
Posting Komentar