Lihat, aku pergi kesini, tak terbesit sedikit pun ingin kenal siapa-siapa. Apalagi buat 'ninggalin' perasaan di sini. Tapi Tuhan, Dia mengatur jalan terbaik untuk kutempuh. Lihat! Dia mengenalkan seseorang yang sekarang menggenggam tanganku seolah tak mau melepas. Erat sekali. Dan pada saat
yang bersamaan hatiku bergetar lagi. Langka sekali getaran itu. Lama sekali hatiku tak berdetak seperti ini.
yang bersamaan hatiku bergetar lagi. Langka sekali getaran itu. Lama sekali hatiku tak berdetak seperti ini.
Seiring detakkannya, ada dua nama laki-laki yang tersebut disana. Getaran itu membentuk keyakinan baru dan aku bergumam, "Ayah, ada satu nama seseorang yang ketika kusebut namanya aku bisa tersenyum (lagi). Ada seseorang yang aku rasa penjagaannya seperti penjagaan Ayah. Ayah, kalau memang dia yang tertulis di Lauhul Mahfudz untuk jadi penuntun dan penanggung aku kedepan, restui dan doakan cerita yang akan kami tulis sama-sama kelak. Ayah, doakan aku untuk tidak pernah merasakan dan kenal dengan rasa sakit lagi. Salam rindu buat Ayah dari Zizah yang di seberang sini, yang tangannya sedang di genggam oleh seorang lelaki yang In sya Allah akan membahagiakanku dunia - akhirat (aamiin)"
Bandung. 22 Oktober 2017 13:21
0 komentar:
Posting Komentar