Aku tidak tahu harus sampai kapan menguatkan diriku untuk lari dari hal-hal yang menyebabkan kepedihan. Sekalipun kepedihan itu datang dari sikapku sendiri.
Aku masih kebingungan dalam menetapkan arah. Masih sering berbolak-balik dari satu jalan ke jalan
yang satunya. Masih sering menutup kupingku dari pendapat orang tentang perilaku, masih suka menutup mata dari pandangan orang terhadapku bahkan masih menarik tanganku sendiri saat ada orang yang bersedia menggenggamnya lalu menuntun.
yang satunya. Masih sering menutup kupingku dari pendapat orang tentang perilaku, masih suka menutup mata dari pandangan orang terhadapku bahkan masih menarik tanganku sendiri saat ada orang yang bersedia menggenggamnya lalu menuntun.
Aku pun menutup mulut, memilih tidak bersuara ketika disuguhi pertanyaan "maunya apa?"
Karena aku masih berada di titik itu. Tepat ditengah kebimbangan dan rasa ragu atas segala hal.
Bandung, 31 Oktober 2017 01:23
0 komentar:
Posting Komentar