Masih dari atap ini, masih dari pojok sini, ada yang kutiupkan lagi malam ini tapi itu bukan rindu.
Seperti hujan malam ini yang jatuh membasahi segalanya. Air mataku juga jatuh, menguraikan bermacam bentuk ketidaknyamanan yang kuterima malam ini. Deras sekali butiran baning itu turun tertarik gravitasi sampai aku sendiri pun tidak dapat menyeka pipiku yang basah. Mungkin ia juga perlu payung.
Yang kali ini bentuknya kesedihan.
Jangan tanya aku sedih kenapa, aku pun bingung, tak ada 'karena' yang dapat menjelaskan 'mengapa' untuk sekarang.
Seperti hujan malam ini yang jatuh membasahi segalanya. Air mataku juga jatuh, menguraikan bermacam bentuk ketidaknyamanan yang kuterima malam ini. Deras sekali butiran baning itu turun tertarik gravitasi sampai aku sendiri pun tidak dapat menyeka pipiku yang basah. Mungkin ia juga perlu payung.
Aku tak mau mengeluh untuk sekarang, aku hanya ingin menangis, hanya ingin semua kesal hati ini tumpah dalam bentuk air mata. Ini adalah salah satu cara mengundang kelegaan selain lari.
23:02
0 komentar:
Posting Komentar