Aku mengeluh untuk hari ini, padahal kemarin rasanya hidupku, hariku baik-baik saja. Tapi kenangan pahit itu datang berdentum semenjak alur kalimat dalam sebuah buku terlalu realistis dalam kisahku. Rasanya setiap kata yang tertulis disana selalu menunjukkan kebenaran.
Di berpuluh-puluh hariku yang lalu, aku selalu berhasil meredam emosi, meredam suara tangis dalam kamar mandi dan selalu sukses berpura-pura tidak ada hal kacau yang sedang terjadi padaku.
Tapi lihat sekarang, lihat hari ini, aku gagal menyembunyikan sakitku. Semua keluar dalam bentuk linangan air mata. Dan karena itu, aku kembali lari, menghindari hal lain yang berkemungkinan menyebabkan kekacauan itu lebih mendominasi emosi hati hari ini.
0 komentar:
Posting Komentar