Aku
sempat senang saat ada yang bilang kalau firasatku itu selalu salah. Artinya,
aku tak harus cemas mendengarkan apa yang hati katakan. Sampai pada malam ini,
seperti kejadian yang sudah-sudah. Ada dorongan untuk melakukan satu hal. Ada pikiran
yang menyimpulkan duluan bahwa aku akan mendapati pedih yang baru malam ini. Sayangnya,
itu semua benar.
Duduk
di atas lantai yang dingin ini. Bersedekap memeluk diriku sendiri seerat
mungkin, menahan teriakan dan tangis sekuat mungkin, membujuk diriku untuk
tegar, setegar kemarin saat aku mendustai firasatku sendiri bahwa semua yang
terjadi diantara aku dan dia baik-baik saja.
Bandung,
12 Januari 2018 00:22
0 komentar:
Posting Komentar