Aku sadar dan tahu diri, dari aku sudah tidak ada lagi yang
bisa dibanggakan. Tidak ada lagi kelebihan yang kupunya, tidak ada lagi masa
depan yang baik. Bahkan seharusnya aku tidak usah berani memimpikan kebahagiaan
dan menaruh harapan itu setinggi namanya.
Berapa kali harus kutulis pengingat kalau aku yang sekarang
hanya sebuah barang bekas. Bahwa aku hanyalah sebuah kepayahan yang masih
berdetak. Hanya sebatas itulah aku, tidak lebih.
Jika memang harus, aku mungkin pantas untuk ditinggalkan dan
mereka bisa jadi tidak tepat di lebeli ‘salah’ karena aku hanya sebuah mainan
yang kebetulan punya nyawa dan mampu bernapas. Masih kupaksa untuk bernapas
di sela-sela pedih dan dijeda waktu saat aku tidak dimainkan.
Harga diriku sudah terkikis habis dengan kebodohan. Wajar
sajalah orang yang kucintai itu memperlakukan begini. Lagipula, penolakan dan
pengkhianatan bukan sesuatu yang asing lagi buatku. Aku sudah sangat terlalu
akrab dengan itu.
Sekarang, mungkin waktu yang tepat untuk menjadi jahat. Aku
akan menyumbat semua aliran yang berkaitan dengan perasaan, bahkan hatiku akan
kubuang jauh. Mulai hari ini, aku akan melatih diri dan kepribadian baruku.
Sebuah sosok baru yang dalam detaknya tak ada perasaan dan kepercayaan.
00:27
0 komentar:
Posting Komentar