Tulisan ini aku buat tepat dihari ulang tahun ibuku, 29 November. Ini untukmu mama, walau besar kemungkinannya tulisan ini tidak akan terbaca olehnya dan aku juga terlalu payah untuk memberanikan diri menyampaikan tulisan ini langsung kepadanya. ma, zizah sayang mama.
Hai Mama...
Selamat Ulang Tahun !
Maafkan Zizah, lagi-lagi untuk ulang tahun mama yang kali ini Zizah tak ada disana, membawakan kue yang berwarna hijau, warna mama.
Zizah tak bisa berbuat banyak ma, lagi-lagi cuma bisa mendoakan dari jauh.
Semua yang terbaik Zizah mohonkan kepada Allah SWT untuk mama.
Ingin sekali rasanya pulang, mengantarkan kue dan mengecup kening, kedua pipi dan punggung tangan mama. Seperti saat hari ulang tahun mama dua tahun yang lalu, saat semua baik-baik saja.
Sejauh apapun hubungan kami, dia tetap mamaku. Seorang perempuan kuat dan terhebat yang pernah aku kenal. Sepedih apapun kenangan masa lalu tentang hubungan kami, tetap mutlak dia itu mamaku, satu-satunya orang yang akan selalu kupanggil "mama". Tak ada mama-mama yang lain. Walau aku besar tidak dari didikan mama, tetap rasa cinta dan sayangku untuknya tak pernah kurang dari takaran yang seharusnya. Sehebat apapun penolakan yang lampau itu, sedikitpun aku tidak menyimpan benci untuknya. Aku tahu, jauh dalam hatinya dia sangat menyayangiku. Masa bodoh dengan luka. Dia Ibuku dan akan terus kupanggil Ibu sampai kapanpun.
Bandung, 29 November 2017 1:04
0 komentar:
Posting Komentar