Dan kekacauan itu hobi sekali menyapaku didalam semua keadaan. Tidak peduli aku baru saja tersenyum karena sesuatu, selalu saja hal yang bertema kepedihan itu datang menggiringi.
Tertakdir seperti itu kah sudah?
Lagi-lagi aku cengeng. Tidak bisa menahan lelehan ini tumpah dari mataku, padahal aku tidak tau penyebabnya apa. Hanya saja, jika aku ingin mencari sebuah alasan atas apa yang kurasakan sekarang, mungkin debar aneh di dadaku ini bisa dijadikan tersangka.
Semua yang kurasakan malam ini menuntunku membuka sebuah buku tempat di mana aku menuliskan harapan.
Ada sesuatu yang kuhapus di sana.
Banjarmasin, 11 Maret 2018 1:21
0 komentar:
Posting Komentar